Pertolongan Pertama pada Luka Tembak

Pertolongan Pertama pada Cedera tembak mengarah ke keadaan seorang sesudah ketembak peluru atau tipe proyektil yang lain dari senjata api. Walau jarang-jarang, bukan bermakna tak pernah berlangsung. Setiap saat bila Anda mendapati korban cedera tembak, bantuan pertama sangat diperlukan.

Menurut dr. Devia Irine Putri, ada banyak cara yang dapat Anda Slot Online Terpercaya turuti saat akan memberi bantuan pertama pada korban cedera tembak. Yang pertama, tentu saja tenangkan diri Anda. Bukanlah melakukan tindakan pas, rasa cemas malah dapat membuyarkan fokus Anda. Pertolongan Pertama pada

Seterusnya, turuti beberapa langkah berikut ini:

Yakinkan keadaan aman waktu memberi bantuan, baik dari segi penolong dan yang dibantu. Kemudian, alihkan orang dengan cedera tembak ke lokasi yang lebih aman dengan berhati-hati untuk memberi bantuan. Pertolongan Pertama pada

Janganlah lupa untuk panggil dan meminta kontribusi ambulans dan polisi.

Hentikan perdarahannya. Triknya dapat didesak dengan kain, handuk, atau baju korban. Disamping itu, juga bisa terpasang tourniquet (alat untuk mengernyitkan atau mendesak anggota badan spesifik) bila ada.
Jika ada cedera tembak di dada, upayakan tutup dengan plastik bersih. Maksudnya agar tidak ada udara yang masuk di rongga dada.
Bila korban mendadak tidak ada napas dan nadi, selekasnya beri cardiopulmonary resuscitation (CPR)
“Sesudah diberi bantuan pertama, harus selekasnya dibawa ke IGD paling dekat secepat-cepatnya,” dr. Devia menyarankan.
Selain itu, seperti dikutip dari Very Well Health, Sebaiknya anda tidak memberi makan atau minum pada korban. Perlakuan itu malah bisa membuat keadaannya makin jelek.
Anda pun jangan sesekali mengeksplor atau tarik peluru dari badan korban. Beri bantuan dengan berhati-hati sampai tiba kontribusi dari ambulans atau tenaga medis.
Diterangkan dr. Devia Irine, pengatasan selekasnya yang penting. Karena bila tidak memacu bermacam resiko yang memberikan ancaman keselamatan korban.
“Korban alami terguncang (misalkan shooting itu berkenaan organ hati, organnya ruptur atau remuk, berlangsung pendarahan luar biasa) sampai kematian. Juga bisa rongga udara terisi udara mengakibatkan pasien alami keadaan pneumotoraks,” sebut dr. Devia.
Pneumotoraks adalah keadaan terperangkapnya udara di rongga pleura, yang berada antara dinding dada dan paru-paru. Pada keadaan normal, rongga pleura hanya terisi udara yang amat sedikit.
Keadaan ini diikuti dengan keluh kesah ngilu dada dan napas sesak. Namun, pada keadaan yang berat, pneumotoraks dapat berpengaruh serius dan mencelakakan nyawa pasien.
“Disamping itu, cedera yang tidak diatasi secara baik bisa juga memacu infeksi. Patah tulang juga bisa berlangsung jika peluru tembus tulang korban,” paparnya.
error: Content is protected !!