Bercinta saat Hujan Deras Ini Positif dan Negatifnya

Bercinta saat Hujan Deras Sekarang kita telah masuk musim penghujan. Nyaris setiap hari jalanan basah sebab hujan, baik itu yang gerimis atau deras dibarengi angin dan petir menyikat.

Buat yang stuck di dalam rumah bersama pasangan, keadaan itu selanjutnya membuat peristiwa untuk bercinta waktu hujan. Anda ketarik? Bercinta saat Hujan Deras

Bercinta waktu Hujan Deras, Mengapa Tidak?
Berhubungan seksual waktu hujan sudah pasti bukan hal yang baru kembali. Bahkan juga, telah ada survey dan riset yang mengulas hal itu. Satu merk kondom populer asal Amerika Serikat pernah menjelaskan hasil survey yang mereka bisa. Bercinta saat Hujan Deras

83 % orang Amerika memandang jika hujan adalah cuaca terhebat untuk berhubungan seksual. Bahkan juga, 10 % bekasnya, mereka lebih senang bercinta waktu hujan badai atau cuaca berlebihan lain seperti tornado!

Tidak stop di situ, satu negara sisi Amerika Serikat, Miami, jadi negara sisi yang mempunyai rutinitas seksual paling tinggi sepanjang badai.

27 % warga mereka akui sering berhubungan seksual ketika berlangsung keadaan alam yang semacam itu. Waktu bercinta mereka lebih kurang 35 menit per sesionnya.

Satu riset pada 2007 dengan judul The Fertility Effect of Catastrophe: US Hurricane Births memberikan laporan kenaikan kelahiran bayi 9 bulan sesudah badai. Bisa ditranslate, waktu badai berjalan, banyak pasangan yang bercinta!

Mark Sargeant, dosen senior psikologi dari Nottingham Trent University, Inggris, mengutarakan kemauan bercinta di cuaca berlebihan terhitung fetish.
“Ya, keadaan itu terhitung fetish seksual berkaitan badai, terutamanya kilat. Kondisi itu dikatakan sebagai fulgarofilia. Ini ialah rangsangan seksual yang berlebihan yang dirasakan sebagian orang dan tiba dari hujan dan deru petir,” kata Sargeant ke medium.
Walau demikian, tidak semuanya yang bercinta waktu hujan mempunyai fetish itu. Bisa mereka hanya terikut situasi sebab udara dingin waktu badai menjadi sedikit afrodisiak, demikian menurut Sargeant.
Apa Saja Keunggulannya?
Menurut Ikhsan Bella Persada, M. Psi., Psikiater, suara air hujan menentramkan hati dan pemikiran seorang. Saat keadaannya lebih rileks dan ditambah lagi cuaca yang dingin, tentu kemauan bercinta bertambah.
“Nah, suara dari petir tersebut sesungguhnya dapat ikut ‘memanaskan’ situasi bercinta. Jadi dimulai oleh hati rileks, lalu dikerjakan dengan hati tegang dan panas,” sebut Ikhsan.
“Akhirnya, peristiwa bercinta bertambah hebat dan terkesan. Buat yang tidak pernah melakukan, ini bisa saja pengalaman baru,” psikiater itu menambah.
Hati berbahagia benar-benar mempunyai potensi semakin besar dirasa oleh pasangan yang bercinta waktu hujan.
Ditambah dr. Devia Irine Putri, “Temperatur yang dingin membuat pasangan semakin banyak cuddling dan habiskan waktu bersama. Otomatis, hormon oksitosin dikeluarkan oleh badan. Ke-2 nya bertambah lebih berbahagia dan tenteram.”
error: Content is protected !!